Kamis, 15 Januari 2009

Kerjasama dengan ISRAEL ?

Akhir tahun kemarin, salah satu staf di perusahaanku menjalin komunikasi intensif dengan salah satu perusahaan di israel yang memproduksi pengolah limbah cair dengan menggunakan teknologi plasma. Awalnya, sebelum ada infasi militer israel ke gaza, saya cuek aja dengan ide dia, tapi sekarang setelah terjadi tragedi kemanusiaan yang dilakukan oleh israel, jawaban saya tegas MENOLAK.

dan semoga saja tidak terjalin kerjasama dengan isra-hell.

Tak kan berhenti saling membunuh (reaction Israel Siege)

Reaksi emosional sontak menyeruak saat pertama mendengar melihat, dan membaca berita mengenai penyerangan Israel ke warga Palestina menjelang pergantian tahun 2008 ke 2009 yang lalu. Betapa dungunya masyarakat internasional melihat kenyataan ini. Mereka tidak berpikir kalau hal ini terjadi kepada warga mereka. Mereka hanya bisa mengecam, mengutuk. Tapi tidak mengucilkan, tidak mengusir, tidak memboikot israel. 

Bila saya ingat-ingat lagi sampai kapan sebenarnya penyerangan Israel (atau AS mewakili nasrani) terhadap kaum muslim akan berhenti, jawabannya adalah : 

PERANG YANG DILAKUKAN UMAT YAHUDI DAN NASRANI TERHADAP UMAT ISLAM TIDAK AKAN BERHENTI HINGGA AKHIR ZAMAN 

Karena itulah janji iblis yang terlaknat saat diusir Allah SWT dari surga. Selama ada kehidupan di muka bumi ini, selama belum kiamat, penyerangan terhadap islam dan umat muslim akan selalu berkobar. 

Lalu apa yang dapat kita , sebagai umat muslim lakukan? Jawabannya tentu anda semua sudah tahu (sesuai dengan tingkat pemahaman masing masing, dan juga tingkat loyalitas anda terhadap keyakinan anda) ya kita kembali saja kepada diri kita sendiri. Sejauh mana kita bisa memperbaiki diri sendiri. dengan memperbaiki diri kita sendiri, kita jadi bisa memaksa diri kita untuk sholeh dan memahami bahwa : 

"Setiap muslim adalah bersaudara, mereka bagaikan bagian tubuh satu sama lain. bila satu bagian tubuh sakit, maka bagian tubuh yang lain akan merasa sakit" 

Dan kemenangan umat muslim pun akan terlahir bila kita sudah saling "mengobati kesakitan" itu. Dengan demikian, kita bisa lebih siap menghadapi gempuran kaum kafir. . . . sampai akhir zaman.

Sabtu, 10 Januari 2009

Curahan Hati seorang calon Ayah

Pemikiran ini baru saja terbersit di pikiranku menjelang maghrib tadi. Sebenarnya apa sih tujuan pemerintah atau pemimpin itu ada. Untuk membuat bangsa terpercaya di mata bangsa lain, atau membuat semua orang merasa “sejahtera”. Lalu apa sejahtera itu sebenarnya? Dan untuk apa sebenarnya sejahtera itu dibutuhkan.

Bila kita mengingat masa kecil dulu, kita merasa nyaman saat orang tua menyediakan fasilitas dan keamanan bagi kita. Saat kita butuh sesuatu, mereka menyediakannya, saat kita merasa takut dan terintimidasi pihak luar, mereka melindungi kita, dan saat kita merasa sedih, mereka ada menghibur kita. Ya, merekalah pemerintah paling sukses di mata kita, merekalah orang tua.

Lalu, setelah kita merasa “nyaman” (sengaja aku memberi quote di kata nyaman ini, karena begitu luasnya pengertian nyaman ini) kita akan lebih mudah untuk bergerak, berkspresi dan melakukan hal yang ingin, layak, dan seharusnya kita lakukan, baik di mata kita anak kecil, maupun di mata mereka , orang tua.

Bila kembali lagi ke awal, mengapa aku mengemukakan ide ini, karena insya Allah, aku akan segera diberi amanah untuk dijadikan orang tua, kurang lebih satu semester lagi.

Sesuai dengan tujuan kita hadir di muka bumi ini, adalah untuk beribadah. Itu suatu kemutlakan dan kenyataan yang harus ditegakkan. Namun ibadah ini, sangatlah luas, bukan melulu kita jungkat jungkit sehari 5 kali atau lebih dengan menghadap arah pukul sepuluh, atau menahan lapar haus setiap setahun sekali selama 30 hari, tapi juga berhubungan dengan manusia, khususnya sesama muslim lainnya. Dan ini semua harus DIFASILITASI [titik]

Disinilah fungsi orang tua, harus memfasilitasi keluarga, khususnya anaknya untuk mencapao tujuan hidup, yakni beribadah.

-          Shalat adalah ibadah

-          Shaum adalah ibadah

-          Belajar adalah ibadah

-          Ta’lim adalah ibadah

-          Bercerita dan mendengar cerita hikayat Nabi dan orang shalih adalah ibadah

-          Tadarus adalah ibadah

-          Kumpul keluarga adalah ibadah

-          Kursus bahasa adalah ibadah

Ya… banyak sekali ternyata ibadah itu ya…. Semua butuh fasilitas. Dan untuk itulah kita , sebagai orang tua memfasilitasi anggota keluarga untuk bisa beribadah. Tidak ada toleransi lagi. Itu harus!

Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, Maka Sesungguhnya akan kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan Sesungguhnya akan kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang Telah mereka kerjakan”. (An Nahl ayat 97)

Setelah aku hayati lebih dalam, memfasilitasi keluarga (dan orang lingkungan sekitar kalau bisa) untuk beribadah adalah sebuah ibadah juga. Sungguh indah bukan? Saat setiap orang saling tolong menolong dalam jalan Allah? Ya… ibadah itu luas. Ibadah itu ternyata tidak susah. Hanya mungkin kemampuan kita mengambil SKS ibadah di setiap semester kehidupan ini berbeda-beda, tergantung kemampuan dan semangat serta mungkin alasan klasik, NIAT.

Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. dan bertakwalah kamu kepada Allah, Sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya. (Al Maidah Ayat 2)

 

So….sekarang sudah clear kan What we livin in this world for ?

Dan begitu pulalah seharusnya pemerintah ini mengelola negara. Pemerintah adalah layaknya Orangtua yang melindungi anaknya, yakni warga negara.

“ Pemerintah berhak dan berkewajiban untuk memfasilitasi seluruh warga negarany untuk dapat beribadah kepada Allah SWT dengan aman, tenang dan penuh motivasi, sebagai hak dan kewajiban manusia hidup dan tinggal dia muka bumi agar tercapai negara yang Baldatun Tayyibatun wa Rabbun Ghofuur. Segala bentuk gangguan dari luar negeri maupun luar aqidah menjadi tanggung jawab pemerintah untuk menanganinya”

Sebuah deskripsi singkat padat yang apabila pemerintah Indonesia dan negara lain di muka bumi implementasikan, agar kedamaian dan berkah Allah SWT tercurah kepada seluruh umat manusia.

Fauzi Fadillah

Sebuah Renungan kecil yang lahir tiba-tiba saja menjelang shalat maghrib.

Jumat, 09 Januari 2009

Istriku Berbadan Dua!!!

Awalnya saya tidak mau mengungkit-ngungkit hal ini. Tapi kegembiraan yang meletup-letup ini tak kuasa lagi saya simpan dalam hati saja. Ya.... istriku kini berbadan dua, dan sekarang sudah jalan 4 bulan..." tiga, sayang" istriku meralat. oh iya.... ah rasanya ingin cepat cepat besar saja si jabang bayi ini. 

Dulu aku suka berandai andai , bagaimana ya rasanya menjadi seorang bapak? punya anak lucu, ditimang-timang sebelum pergi kerja... pulang kerja ada yang nungguin..... sekarang, tinggal 1 semester lagi, aku (insya Allah) bisa merasakan hal itu. 

Ah... bahagia benar rasanya. Tugas saya sekarang adalah menjaga istri agar tetap sehat, tidak stress, dan kandungannya sehat jasmani rohani.

Ya Allaah... lindungilah keluarga kami, dan bayi dalam kandungan istriku ini...