Minggu, 24 September 2006

4 Golongan Lelaki yang Ditarik Wanita ke Neraka

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu
dan ahli (keluarga) mu dari api neraka yang bahan
bakarnya adalah manusia dan batu;…
— Q.S. At-Tahrim (66 : 5)

Betapa hebatnya daya pikat dan tarikan wanita,
bukan saja di dunia. Namun di akhirat pun
demikian, maka kaum lelaki yang bergelar ayah,
suami, abang, atau anak harus memainkan
peranan mereka dengan sungguh-sungguh.
Seorang wanita itu apabila di yaumil alkhirat nanti
akan menarik empat golongan lelaki bersamanya
ke dalam neraka. Tulisan ini bukan untuk
merendahkan wanita, tetapi sebaliknya supaya
kaum lelaki memainkan peranannya sesuai hak
dan seksama, serta berwaspada akan tanggung
jawab yang dipikul di dunia!


Ayahnya
Apabila seseorang yg bergelar ayah tidak
memperdulikan anak-anak perempuannya di dunia.
Dia tidak memberikan segala keperluan agama
seperti mengajar sholat, mengaji, dan sebagainya.
Dia membiarkan anak-anak perempuannya tidak
menutup aurat. Tidak cukup hanya memberi
kemewahan dunia saja maka dia akan ditarik ke
neraka oleh anaknya.
Suaminya
Apabila sang suami tidak memperdulikan tindak
tanduk isterinya. Bergaul bebas di luar
rumah,menghias diri bukan untuk suami tapi untuk
pandangan kaum lelaki yang bukan muhrim.
Apabila suami berdiam diri walaupun dia seorang
alim, misalkan sholat tidak lalai, puasa tidak
tinggal, maka dia akan turut ditarik oleh isterinya
kelak.
Abangnya
Apabila ayahnya sudah tiada, tanggung jawab
menjaga wanita jatuh ke pundak abang-abangnya.
Jikalau mereka hanya mementingkan keluarganya
saja, sementara adik perempuannya dibiarkan
melenceng dari ajaran Islam, tunggulah tarikan
sang adik wanita di akhirat nanti.
Anak lelakinya
Apabila seorang anak tidak menasihati ibu perihal
tindak-tanduk yang menyimpang dari Islam. Bila
ibu membuat kemungkaran pengumpat,
bergunjing, dan lain sebagainya maka anak lelaki
itu akan ikut di tanya serta diminta
pertangungjawabannya di akhirat kelak.
Dikutip dari arsip UNIC Virtual Komuniti dan situs
web KotaSantri dengan perubahan seperlunya
tanpa mengubah makna

Jumat, 15 September 2006

Sweet Saturday Morning

Why It's sweet? Coz Wake up at 4 is really make us Fresh. Anda fresh make me so sweet. :D

Selasa, 12 September 2006

Perlu Tenaga

Untuk perang butuh tenaga. Di saat persiapan perang, harus kita teliti benar, barang-barang apa saja yang harus dipersiapkan. Jangan sampai sangkur kita terlepas dari senapan.

Bukan hanya barang rasanya, badan pun perlu dipersiapkan. Kondisi fisik yang prima menjadi syarat utama berhasilnya peperangan. seandainya bukan kita, prajuritlah yang harus prima.

Pikiran kita pun harus dipersiapkan. Untuk apa kita perang kalau di kepala sudah terlintas kata menyerah atau kalah. Buang saja semua senjata bila akhirnya keluar kata putus asa.

Demikian pula dengan menjalani kehidupan. perlu tenaga, fisik, materi dan semangat bermental baja. Jangan mudah putus asa, karena hanya keledai yang berjalan tunduk. Walau hanya siput, jadilah kita…. Karena ia tidak pernah menyerah menghadapi kehidupan walau dia tahu tubuhnya lemah. Tapi dia sudah mempersiapkan tenaga dengan cangkang yang ia rawat setiap hari.

Seringkali kita berpikir, saat sudah mengalami kesalahan dan kekalahan, tidak ingin lagilah kita melakukan pengalaman baru. Atau sekedar menghadapi tantangan. Putus asa menjadi frasa favorit di kepala kita. Lebih baik mengurung diri untuk aman dalam diam, daripada memperdagangkan keberanian untuk sesuatu yang lebih baik. Tantangan ada untuk ditaklukan, begitu kata orang berani.

Lalu, apakah hidup ini perang ? ya … hidup ini laksana perang. Perang terhadap hawa nafsu, perang terhadap rasa takut, perang terhadap rasa malu, dan perang terhadap ketidakadilan. Dan bila dianalogikan, semua bagian hidup kita adalah lawan-lawan yang harus ditaklukan. Bila kita berpikir untuk menjadi pejuang, pejuang diri kita sendiri.

Kalau bukan kita yang memperjuangkan diri kita, siapa lagi? Apa kita mau membiarkan orang lain mengolok-olok setiap laku kita ? apa setiap kita berjalan, orang memandang kita rendah? Bila begitu, letakkan pikiran kita bahwa kita adalah pejuang, dan yang lain adalah musuh kecil yang harus ditaklukan. Penghinaan, rasa takut, kekalahan, kesendirian, dan lain lain.

Namanya juga musuh kecil, untuk mengalahkannya tidak perlu perlawanan yang keras, cukup dengan strategi yang matang dan waktu yang singkat. Namun langsung kena sasaran. Suatu saat, setelah ditaklukan, musuh kecil akan menjadi aliansi yang kuat untuk kita.

Dan ketakutan pun berubah menjadi keberanian. Dan kesendirian pun berubah menjadi kebersamaan. Dan harga diri pun diletakkan di tempat yang seharusnya. Dan kemiskinan pun dibasmi hingga ke akar-akarnya.

Jadi…. Siapkan peralatan sekarang. ! siapkan badan dan piiran sekarang ! karena perang telah dimulai.!

Senin, 11 September 2006

For Some Reasons

For some reasons, i still standin here.

for my family, who have treat me good.
for my dad, who have led this family well.
for my sista', who always support me in any condition.
for my cousin, who had been good fellas and sista.
for every single day day in this life, which gives me very interesting experiences.
for Allah.. For let me take oxygen for breathing and loving all of The creatures.
and for you.... i dont know who. . but i believe will not regret me.

Minggu, 10 September 2006

Less Money

Less Money....
Less Spirit...

But, More Effort i have to do!
To achieve my goal, and success.

Kamis, 07 September 2006

KOMPRE LULUS

Alhamdulillah.

Ujian Kompre yang menakutkan itu aku lulus juga!!!! Senangnya,.....

so, bisa lanjut sidang deh! ALhamdulillah ya Allah.

HAsbunalloh wani'mal wakiil ni'mal maulaa wani'man natsiir.

Rabu, 06 September 2006

Alhamdulillaah...

Alhamdulillah... seminar berjalan lancar. banyak sekali pihak yang membantu berjalannya seminar ini. tapi, tugas rumah masih banyak, dan waktu tinggal 1 bulan lagi.

Banyak yang harus dikerjakan sebelum sidang. dan hasilnya harus bisa mendukung untuk bisa masu cnooc. so, what should i do now is.... leraning, typing, and studying!



FOR A BETTER DAY

Selasa, 05 September 2006

Seminar

Rabu , 6 September 2006. //696//
jam 15.30 wib, ruang rapat kl.
dalam keterbatasan.

untuk masa depan yang lebih baik.

semoga dimudahkan di setiap langkah