Untuk perang butuh tenaga. Di saat persiapan perang, harus kita teliti benar, barang-barang apa saja yang harus dipersiapkan. Jangan sampai sangkur kita terlepas dari senapan.
Bukan hanya barang rasanya, badan pun perlu dipersiapkan. Kondisi fisik yang prima menjadi syarat utama berhasilnya peperangan. seandainya bukan kita, prajuritlah yang harus prima.
Pikiran kita pun harus dipersiapkan. Untuk apa kita perang kalau di kepala sudah terlintas kata menyerah atau kalah. Buang saja semua senjata bila akhirnya keluar kata putus asa.
Demikian pula dengan menjalani kehidupan. perlu tenaga, fisik, materi dan semangat bermental baja. Jangan mudah putus asa, karena hanya keledai yang berjalan tunduk. Walau hanya siput, jadilah kita…. Karena ia tidak pernah menyerah menghadapi kehidupan walau dia tahu tubuhnya lemah. Tapi dia sudah mempersiapkan tenaga dengan cangkang yang ia rawat setiap hari.
Seringkali kita berpikir, saat sudah mengalami kesalahan dan kekalahan, tidak ingin lagilah kita melakukan pengalaman baru. Atau sekedar menghadapi tantangan. Putus asa menjadi frasa favorit di kepala kita. Lebih baik mengurung diri untuk aman dalam diam, daripada memperdagangkan keberanian untuk sesuatu yang lebih baik. Tantangan ada untuk ditaklukan, begitu kata orang berani.
Lalu, apakah hidup ini perang ? ya … hidup ini laksana perang. Perang terhadap hawa nafsu, perang terhadap rasa takut, perang terhadap rasa malu, dan perang terhadap ketidakadilan. Dan bila dianalogikan, semua bagian hidup kita adalah lawan-lawan yang harus ditaklukan. Bila kita berpikir untuk menjadi pejuang, pejuang diri kita sendiri.
Kalau bukan kita yang memperjuangkan diri kita, siapa lagi? Apa kita mau membiarkan orang lain mengolok-olok setiap laku kita ? apa setiap kita berjalan, orang memandang kita rendah? Bila begitu, letakkan pikiran kita bahwa kita adalah pejuang, dan yang lain adalah musuh kecil yang harus ditaklukan. Penghinaan, rasa takut, kekalahan, kesendirian, dan lain lain.
Namanya juga musuh kecil, untuk mengalahkannya tidak perlu perlawanan yang keras, cukup dengan strategi yang matang dan waktu yang singkat. Namun langsung kena sasaran. Suatu saat, setelah ditaklukan, musuh kecil akan menjadi aliansi yang kuat untuk kita.
Dan ketakutan pun berubah menjadi keberanian. Dan kesendirian pun berubah menjadi kebersamaan. Dan harga diri pun diletakkan di tempat yang seharusnya. Dan kemiskinan pun dibasmi hingga ke akar-akarnya.
Jadi…. Siapkan peralatan sekarang. ! siapkan badan dan piiran sekarang ! karena perang telah dimulai.!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar