Selasa, 08 Agustus 2006

Bulan Rajab Lainnya

Allohumma Baarik Lanaa Fii Rojab Wa Sya'baan Wa Ballighnaa Romadhoon'
Yaa Allah, Anugerahkanlah kepada kami barokah di bulan Rajab dan Sya'ban serta
sampaikanlah kami ke bulan Ramadhan

(counting down, 59 days before ramadhan)

Bulan Rajab termasuk bulan-bulan yang dihormati, atau dalam Al-Qur'an disebut
sebagai Asyhurul Hurum, yaitu, Muharram Dzul Qa'dah, Dzul Hijjah, Muharram dan
Rajab. Dalam bulan-bulan tersebut, kaum muslimin dilarang mengadakan
peperangan. Allah Swt berfirman :

'Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam
ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat
bulan haram . Itulah agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu
dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya
sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah
beserta orang-orang yang bertakwa' (QS. At-Taubah : 36 )

Sebahagian kaum muslimin berpendapat bahwa bulan Rajab memiliki berbagai
keutamaan, sehingga umat Islam dianjurkan untuk melakukan ibadah-ibadah
tertentu agar mereka dapat meraih fadhilah atau keutamaan tersebut. Akan
tetapi, pendapat tersebut tidak dapat dipegang, karena tidak berdasarkan kepada
hadis-hadis yang shohih.

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan dari Anas bin Malik Ra dijelaskan bahwa
Rasulullah SAW apabila memasuki bulan Rajab beliau senantiasa berdo'a :
'Allohumma Baarik Lanaa Fii Rojab Wa Sya'baan Wa Ballighnaa Romadhoon' (Yaa
Allah, Anugerahkanlah kepada kami barokah di bulan Rajab dan Sya'ban serta
sampaikanlah kami ke bulan Ramadhan) (HR. Ahmad dan Bazzar, hadis ini menurut
Ibnu Hajar tidak kuat)

Sedangkan hadis-hadis yang lainnya yang berkaitan dengan keutamaan-keutamaan
bulan Rajab, tak ada satu pun hadis yang dapat dijadikan hujjah. Dalam kitab
Iqthidho Shirotil Mustaqim, Ibnu Taimiyah berkata: 'Tidak ada satu keterangan
pun dari Nabi SAW berkaitan dengan keutamaan bulan Rajab, bahkan keumuman hadis
yang berkaitan dengan hal tersebut merupakan hadis-hadis palsu' (Iqthidho
Shirotil Mustaqim, 2/624)

Ibnu Hajar Al-Asqolani berkata: 'Tidak ada satu keterangan pun yang menjelaskan
keutamaan bulan Rajab, tidak juga berkaitan dengan shaumnya, atau pun berkaitan
dengan sholat malam yang dikhususkan pada bulan tersebut. Yang merupakan hadis
shohih yang dapat dijadikan hujjah' (Risalah Tabiyinul 'Ajab hal. 3)

Dalam masalah puasa di Bulan Rajab dan Sya`ban, kita hanya mendapatkan
hadits-hadits shahih atau hasan yang menceritakan bahwa secara umum Rasulullah
SAW memang banyak melakukan puasa di kedua bulan tersebut. Karna bulan Rajab
termasuk bulan haram, dan puasa di bulan-bulan haram itu maqbul (diterima) dan
mustahab (disukai) dalam keadaan apapun.

Namun tidak ada riwayat yang menyebutkan bahwa Rasulullah SAW melakukan puasa
sebulan penuh di bulan Rajab atau bulan Sya`ban.

Sedangkan hadits-hadits yang menceritakan bahwa kalau melakukan shalat ini dan
itu di bulan Rajab maka mendapat ganjaran ini dan itu, atau siapa yang
beristighfar akan mendapat ganjaran tertentu, umumnya bukanlah hadits yang
kuat, bahkan kebanyakannya adalah hadits dhaif dan mungkar.

Namun bukan berarti tidak boleh melakukan shalat dan beristighfar di bulan
Rajab. Yang kami terangkan adalah bahwa hadits-hadits yang diriwayatkan tentang
hal itu umumnya hadits yang tertolak.


Yasir Husni
*Sesungguhnya bersama suatu kesulitan itu terdapat suatu kemudahan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar