Rabu, 19 April 2006

Selamat Jalan Saudaraku

Selamat jalan ji..
selamat menempuh hidup baru.
sungguh aku sangat bahagia
tatkala kau katakan padaku
bahwa kau akan menikah 1 mei ini

aku sedikit terharu dan sedih sebenernya
terharu karena sahabat, saudara, rekan kerja aku
kini mendapat 1/2 agamamya
sedih karena aku seolah berkaca atas apa yang terjadi padaku

aku sangat bahagia karena kita pernah setiap hari bersama
berbagi dalam segala kejadian dan keadaan
beribadah bersama, berbagi cerita bersama
sungguh aku malu pada diriku sendiri
kenapa aku buat diriku tersiksa melihat kebahagiaan mu

ji...
aku senang saat kamu tanya bagaimana keadaanku , terutama hubunganku dengannya
aku baru kali ini berani mengatakan yang sebenarnya terjadi
sama kamu, karena kamu pun telah berani menceritakan yang sesungguhnya terjadi sampai kamu tiba di saat sekarang ini

bahwa ternyata, kita punya kesamaan dalam hal cerita kehidupan a##a#a masing-masing. yang aku tahu, kamu sudah buat serius dengan yang di mana itu? palembang ya... sampai pernah kirim2 makanan ke kantor segala ...

tapi ternyata naas.... yang kau alami aku alami juga. wanita yang memilih... bukan kita yang memilih.

tapi sudahlah, kini kau sedah merengkuh setengah jalan... teruskan kawan.
pintu kehidupan sebenarnya telah terbuka. ini kesempatanmu untuk beribadah lebih banak. ibadah makhdoh dan ghair makhdoh

kutunggu anak2mu dan istrimu kau bawa main ke rumahku..
dimana aku merengkuh hidup bahagia bersama istriku dan anakku

...
karena kenyataan untuk dihadapi,
dan janji untuk ditepati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar